Tangsel Mulai Terapkan E-Musrenbang

Airin Rachmi Diany memaparkan e-musrenbang Tangsel

Ratusan orang dari berbagai elemen masyarakat di Kota Tangerang Selatan mengikuti program musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan. Membahas dan menyepakati usulan rencana kegiatan pembangunan Kelurahan yang menjadi kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan yang bersangkutan.

Agenda acara Musrenbang tersebut dilaksanakan di wilayah Kecamatan Pamulang dan Kecamatan Setu. Selama kegiatan diskusi berlangsung, suasana komunikatif di lokasi acara begitu kentara.

Para pemangku kepentingan yang hadir membahas dan saling menyampaikan usulan rencana kegiatan pembangunan. “Kalau kita merencanakannya baik, tentu hasilnya akan baik pula,” ungkap Walikota Airin Rachmi Diany, di Aula Puspiptek, Setu, Selasa, 10 Maret 2015.

Diingatkannya, para peserta yang menghadiri Musrenbang merupakan wakil serta mengemban amanah dari masing-masing warganya. Oleh karena itu, akurasi dari data yang diusulkan sangatlah penting. Usulan program itu mesti mampu mengakomodir kebutuhan prioritas untuk kepentingan publik.

Walikota Airin jelaskan, metode penyusunan dan pemasukan data Musrenbang berbeda dengan sebelumnya. Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai tahun ini menggunakan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Perencanaan Penganggaran dan Pelaporan (SIMRAL).

Melalui inovasi berbasis teknologi informasi yang semakin canggih dan efektif dapat merancang kegiatan pembangunan. E-Musrenbang dirancang untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas setiap data usulan pembangunan. Data atau dokumen usulan rencana kegiatan pembangunan di masing-masing kelurahan diinput secara online.

Sistem ini telah saling terintegrasi, Mulai dari Musrenbang tingkat kelurahan dan kecamatan, dilanjutkan dengan penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Penetapan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). Hingga akhirnya berujung pada Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).

“Teknologi diciptakan bukan untuk mempersulit. Melainkan semakin membantu dan memudahkan kita dalam bekerja,” jelasnya. Sistem ini diyakini mampu memberikan perbaikan dibandingkan dengan cara manual.

Masalah yang kerap muncul dari cara manual adalah ketika distribusi dokumen dan pengolahan data dilakukan. “Bapak dan Ibu sebagai delegasi wilayah bisa melihat langsung, apakah data yang diinput sudah sesuai dengan yang diusulkan saat Musrenbang di kelurahan,” tambah Walikota Airin.

Sebelumnya di lokasi yang sama, Camat Setu Wahyudi Leksono mengungkapkan,  hasil inventarisir data yang ada di wilayahnya terdapat 287 usulan dengan pagu total anggaran mencapai Rp 63 miliar. Sedangkan jumlah kegiatan mencapai 809 item dengan  total anggaran sebanyak Rp 152 miliar.

“Secara garis besar keseluruhan jumlah kegiatan dari berbagai bidang hampir sama,” ungkapnya. Menurut Wahyudi, prioritas usulan program kegiatan bukan hanya perbaikan infrastruktur umum saja. Seperti perbaikan drainase, gedung sekolah, jalan lingkungan, penerangan jalan umum dan lain sebagainya.

Wahyudi berpandangan, masyarakat semakin ingin mewujudkan perencanaan pembangunan partisipatif dan berkualitas. Program kegiatan berupa pengentasan kemiskinan dan peningkatan wirausaha ekonomi kreatif telah terpadu yang dicanangkan serta tertuang dalam Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2011-2016.

“Bagaimana perencanaan pembangunan secara transparan dan tersusun dengan baik . Sehingga masyarakat bisa melihat dan memonitor pelaksanaannya. Ini menjadi hal yang baik, ke depan jadi lebih baik lagi di daerahnya masing masing,” harap mantan Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Kota Tangerang Selatan itu. (ts/kt)